Selasa, 12 Mei 2009

uhuk uhuk

ideal dari suatu mata pencaharian itu seperti apa ?
ilmu yang bisa menjamin kehidupan itu ilmu apa ?
baca seperti membaca namun tidak benar - benar membaca
lihat seperti melihat namun ternyata masih gelap
jalan seperti berjalan

jiwa adalah satu - satu nya penyebab
namun mempertanyakan adanya jiwa dalam bentuk ?

lantas bertanya dan bertanya dan bertanya
dan tidak ada jawabnya dan tidak ada jawabnya dan sekali lagi tidak ada jawabnya

mengapa mempertanyakan masa yang akan datang ?
mengapa jiwa saat ini menggiring otak menuju masa depan?
akankah jiwa tahu mengenai masa ?
jiwa ini jiwa siapa ?

mengapa manusia berpikir dengan otaknya dan dipaksa berpikir untuk perutnya ?
manakah rumah dari jiwa ?
otak atau perut ?
mata atau telinga ?
hati atau usus ?
kaki atau tangan ?
darah atau nadi ?

aku ingin menangkap jiwaku sendiri

Sabtu, 25 April 2009

memori di dalam saat


 

 

Ketika ku terjaga pagi ini

Panca inderaku menerima

Satu,dua rangsang

 

Otakku mengirim pesan

‘dingin’…isi pesannya

 

ketika mata menembus jendela di lembayung pagi

seketika ia mengikuti

setiap butir-butir putih yang baru saja akan memeluk bumi

 

butir salju yang bermesraan dengan tanahku

bumiku yang sudah terlalu berkeringat

 

mereka begitu kasmaran

satu butir salju ditumpuk oleh salju yang lain

seperti anak kecil yang beramai-ramai merubungi sang bunda

sang bunda yang terlihat begitu kusut dari angkasa taman bermain mereka

 

seandainya aku bisa menerka pembicaraan mereka sesudahnya

mungkin hanya ada kata sayang….

 

Seperti aku yang pagi ini merindukan ibuku

Yang begitu ingin memeluk ibuku

 

Ibu…ibu…lelahkah engkau??

 

Mari ibu, mari…kupeluk kau dengan tubuh yang Cuma sebutir ini…

Lelehkan aku dengan hangatmu

Hangat berpeluh keringat akan setiap kerja kerasmu

Biarkan aku melebur bersama asin keringatmu

Ke dalam pori-porimu

Melesak masuk melihat jiwamu yang tak pernah tua

 

Biarkan aku melihat semua memorimu

Mengenang masa-masa kebutaanku akan dunia

Mencerna setiap perlakuan penuh ikhlasmu kepadaku

 

Sehingga aku bisa puas menangisi kebodohanku

Kelupaanku akan jasamu

Abaiku atas milyaran kata-kata doamu

Setiap halaman dari harapan-harapanmu

Waktu yang telah hilang untuk kepercayaanmu padaku

 

Tahukah kau ibu??

Tingkah pongahku  yang akan mendorong

air matamu…

 

Apabila kau tahu ibu…..

Salju mulai turun dan menutupi pekaranganku

Di pagi buta

Di awal bulan oktober…

effortless

Hidup obsesi !

Hidup obsesi !

 

Biarkan dan lestarikan obsesi itu !

Obsesi itu, ya

 

Obsesi BUTA itu !

Aku tidak takut akan masa depan

Kujelang masa depanku itu

Tidak, bukannya tidak pasti

Aku hidup merefleksi

Biarkan saja

Toh, aku tahu apa yang kumaksud dengan hasil akhir

Itu tujuanku

Aku siap untuk itu

Aku sedang menuju keberhasilan

Menjalani proses untuk menggapai obsesiku

 

Aah persetan kata orang

Aku jalani hidupku sendiri

Dan aku tidak takut

Aku tidak bisa di takut-takuti

Sudah kukecap pahit itu

Dan kuubah menjadi rasa es teh manis

Manis! Saudara – saudara, manis….

Tidak ada racun bisa merasukiku

Akulah yang akan meracunimu

Racuni membranmu

Merubah pikiranmu

 

Aku, aku tetap dengan jalan pikiranku

Aku sedang menaiki tangga menuju suksesku

Suksesku untuk setiap obsesi gilaku

 

Dan kau…..

Ya, kau….

Lihat dan rasakan saja….aku akan memamerkan keringatku…

Keringatku yang emas itu

 

aHa ha hahahahahhahaahahahahha!!!!!!

 

Ah…suksess….suksess…….sambut aku di bandaramu……

 

kata untuk diam

Dan biarlah kulipat tubuhku

Tubuh ini

Yang pucat ringkih dan rapuh ini

Biarlah wajah ini selalu bersembunyi

Biarlah mata ini selalu sunyi

biarlah hidung ini selalu menutup

biarlah kening ini mengecup asin dari tulang

 

biarlah….biarlah…..

 

kehitaman dari hitam menelusur arteriku

sanjung syahdu dari inci ke inci

setiap kapur yang mengendap di tubuhku

biarlah hitam itu menjadi sunyiku

kesunyian dari panca inderaku

tajuk siksa dari sisa-sisa cercah senyum dan tawaku

 

aku mau DIAM !!!..

 

ya…diam

prisma-prisma transparan mengambang di sekitarku

seperti kotak bergambar mempertontonkan kemaluanku

kehancuranku,kejayaanku,kecintaanku,kebingunganku,keindahanku

 

….kematian dan kehidupan setelah matiku…….

 

Biarlah…..biar…….aku mau diam……

 

Melipat tubuhku dan menunggu demam…..

 

 

Sabtu, 20 Desember 2008

ternyata seperti kunci dan mekanismenya

Pagi ini aku tersadar

Bahwa memang semua ini tidak akan ada akhirnya

Tidak sampai seseorang menutupi seluruh tubuhku dengan kain putih

Dan mengukir namaku di kayu kecil tertancap tanah

 

Apa yang tidak akan pernah selesai (?)

 

Hal apa di dunia ini yang bisa diselesaikan (?)

 

Rangkaian peristiwa yang terus di rajut apik oleh sesuatu yang tak terjangkau manusia

Bayangkan pustaka dunia di atas sana, jika memang benar ada di atas….

 

Denting yang terhanyut dalam pusara angin

Rasaku berkata seperti itulah hidup

Seperti nada yang dimainkan, sesaat untuk satu not yang punya arti dalam sebuah maha komposisi

Namun apa jadinya jika rasaku ternyata pemberian sang maha pencipta

Masih jelaskah semua yang nyata dirasa ?

Masihkah yang nyata berarti ada dan ada berarti nyata ?

 

Hahahahahahahahahaha…………..(tawa siapa ?)

Rabu, 03 Desember 2008

obrolan anak-anak

Suatu hari ada 3 orang anak kecil

Berkumpul di sebuah lapangan berpasir di pinggir sungai

 

Seorang anak bertanya pada teman-temannya;

 

“apakah kita hidup di sebuah Negara ?”

 

Tanya si anak dengan wajah ingin tahu

 

“tidak bodoh!kita tidak hidup di tempat sebagus itu!”

 

“ya,kita tidak berbaring di sebuah Negara”

 

jawab kedua temannya dengan kontra

 

“lalu kalian sebut apa bangunan besar di perempatan itu?,bukankah para pengayuh yang bertopi selalu menyebutnya dengan istana Negara…”

 

ujarnya berargumen

 

“itu tempat pasang judi togel……”

 

 

 

 

they race !

Everybody race to hurt me

 

Everybody race to hurt me

 

Everybody race to hurt me

 

They put all the efforts to make me cry

But sorry for them

 

I’m not hurt a little