Dan biarlah kulipat tubuhku
Tubuh ini
Yang pucat ringkih dan rapuh ini
Biarlah wajah ini selalu bersembunyi
Biarlah mata ini selalu sunyi
biarlah hidung ini selalu menutup
biarlah kening ini mengecup asin dari tulang
biarlah….biarlah…..
kehitaman dari hitam menelusur arteriku
sanjung syahdu dari inci ke inci
setiap kapur yang mengendap di tubuhku
biarlah hitam itu menjadi sunyiku
kesunyian dari panca inderaku
tajuk siksa dari sisa-sisa cercah senyum dan tawaku
aku mau DIAM !!!..
ya…diam
prisma-prisma transparan mengambang di sekitarku
seperti kotak bergambar mempertontonkan kemaluanku
kehancuranku,kejayaanku,kecintaanku,kebingunganku,keindahanku
….kematian dan kehidupan setelah matiku…….
Biarlah…..biar…….aku mau diam……
Melipat tubuhku dan menunggu demam…..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar